Kadishub : Himbau Warga Agar Berhati-hati menyeberang Pelican Crossing

Awal tahun ini, Dinas Perhubungan Kota Depok mengoperasikan pelican crossing di Jalan Raya Margonda, tepatnya di depan SDN 01 Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Dengan adanya zebra cross yang dilengkapi alat kontrol lampu pengatur lalu lintas itu, pejalan dimudahkan untuk menyeberang jalan.




Meski demikian, penyeberang jalan harus waspada. Karena ternyata pelican crossing tersebut tidak dapat digunakan sepanjang waktu.

Dishub Kota Depok dan Satuan Lalu Lintas Polresta Depok sepakat untuk tidak memfungsikannya pada jam-jam sibuk.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, pun mengimbau warga agar berhati-hati bila memutuskan menyeberang di pelican crossing pada jam sibuk. Karena lampu pengatur yang menyala hanya lampu kuning.

Seharusnya, warga hanya dapat melintas bila lampu kontrol menyala hijau.

"Dari jam tiga sampai jam enam sore (15.00-18.00 WIB) pelican crossing hanya berfungsi lampu kuningnya saja," kata Dadang kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Dadang menjelaskan, bila pelican crossing difungsikan saat jam sibuk, kemacetan parah tak terhindarkan.

Khususnya dari arah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dan Kelapa Dua, Cimanggis.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Depok, Komisaris Sutomo, menyampaikan, pengaturan jam operasional pelican crossing harus diambil guna mencegah antrean kendaraan yang ingin masuk ke Jalan Raya Margonda.

Apalagi, banyak pengguna jalan yang protes karena terjebak macet.

"Kalau difungsikan macetnya sampai SMK Amaliyah yang dekat Gunadarma, sampai Jalan Komjen Pol M. Yasin. Itu pengendara pada protes macet," tutur Sutomo.

Agar tidak menimbulkan kemacetan, Sutomo pun mengimbau pejalan kaki mau berjalan sedikit lebih jauh untuk menyeberang menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Margo City atau Depok Town Square.

"JPO ada di dekat Margo City. Karena kalau difungsikan (saat jam sibuk), full macetnya, bisa sampai Jalan Lenteng Agung," bilangnya.

Sheila (21), seorang pejalan kaki yang kerap menyeberang di pelican crossing itu, mengaku keberatan bila harus jalan kaki ke depan Margo City untuk menyeberang di JPO.

Menurutnya, jaraknya terlalu jauh.

"Aduh, jauh banget kalau harus nyebrang di Margo City. Udah gitu harus naik turun tangga. Bisa gempor," katanya.

Dia berharap pelican crossing tetap berfungsi saat jam sibuk. Justru, dia menyarankan ada petugas yang berjaga di pelican crossing atau mendampingi pejalan kaki menyeberang jalan.

"Iya, harusnya ada petugas. Karena banyak motor sama mobil enggak mau ngasih (menyeberang). Jalannya pada ngebut," ucapnya. (gps)



No comments:

Post a Comment