Idris Abdul Shomad : Pengangguran di Depok Sudah Menyusut

Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad membantah tingginya tingkat pengangguran di wilayah yang ia pimpin.

Menurut Idris, angka pengangguran dari tahun ke tahun malah terus menurun.

Hal ini sekaligus membantah pernyataan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri yang sebelumnya menyoroti tingginya angka pengangguran di Kota Depok.


Bahkan, Depok disebutnya salah satu wilayah dengan persentase pengangguran tertinggi secara nasional.

Karenanya, Hanif mengimbau warga Depok untuk berani membuka lapangan kerja sendiri dengan berwiraswasta.

Dikatakan Idris, sejak tahun 2014 hingga saat ini, angka pengangguran di Kota Depok terus menyusut. Dari 7,2 persen pada 2014 menjadi 6,6 persen berdasarkan data teranyar.

"Tidak, tidak tertinggi secara nasional. Kalau memang sempat naik, iya. Tapi sudah turun sejak 2014, dari 7,2 persen dan sekarang 6,6 persen. Berarti sudah turun. Bagus kan?" kata Idris di Kelurahan Tugu Cimanggis, Depok, Minggu (20/1/2019).

Idris berharap Menaker lebih bijak dalam mengeluarkan pernyataan.

Menurutnya, pernyataan semacam itu dapat membuat resah masyarakat Kota Depok.

"Beliau itu kan warga Depok, seharusnya tidak menyatakan itu. Saya juga enggak setuju. Coba kita bangun jangan menggunakan isu-isu yang tidak benar, bisa jadi resah nanti masyarakat," bilangnya.

Sebelumnya, ditemui dalam sebuah gelar produk UKM di Pancoran Mas, Kota Depok, Hanif menyoroti tingginya angka pengangguran di wilayah penyangga Ibu Kota ini.

"Pengangguran yang termasuk tinggi di Depok ini, angkanya 6,6 persen kalau enggak salah. Lebih tinggi dari angka nasional, sehingga harus di-treatment secara baik," ungkapnya.

Untuk diketahui, angka pengangguran di Kota Depok hingga tahun 2017 mencapai 7 persen dengan jumlah angkatan kerja mencapai 969.502 orang.

Hingga akhir tahun lalu, jumlah pekerja asal Kota Depok mencapai 896.981 orang, sementara yang belum bekerja sebanyak 72.521 orang. (wartakota)



No comments:

Post a Comment